Pemerintahan
Ada Yang Tidak Dibukakan Pintu

Tantangan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih Meski Sudah Dilengkapi APD
Memontum Pasuruan – Menjelang pesta demokrasi 5 tahunan yakni Pemilihan Walikota, pihak KPU Kota Pasuruan terus bergerak diantaranya melaksanakan coklit atau pencocokan serta penelitian data pemilih. Namun kinerja petugas KPU Kota Pasuruan, tak semulus yang dibayangjan. Berbagai kejadian unik mengiringi proses coklik di tengah wabah Covid-19 ini.
Berbeda dari pemilihan umum (pemilu) sebelumnya, KPU wajib melaksanakan tahapan pemilihan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Di antaranya dengan mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) saat berkeliling ke rumah-rumah warga.
“PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) sudah dibekali protokol kesehatan. Petugas dibekali keterangan rapid test, ada surat tugas menyatakan sehat,” jelas Nanang Abidin, Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih & Partisipasi Masyarakat KPU Kota Pasuruan.
APD di antaranya baju hazmat untuk berkeliling, masker, face shield hingga sarung tangan sekali pakai. KPU bahkan menegaskan, warga bisa menolak petugas yang datang tanpa APD.
Mukhamad Zahid, Ketua Divisi Perencanaan Data & Informasi KPU Kota Pasuruan mengungkap, banyak kejadian unik yang ditemukan petugas saat menjalankan tugas. “Ada yang gak dibukain pagar, dikira petugas covid mau jemput. Dibilang robot, karena pakai hazmat,” cerita Zahid.
Saat itu, petugas langsung berkoordinasi dengan Ketua RT setempat untuk meyakinkan jika merupakan petugas dari KPU. Hingga kemudian warga mau membukakan pintu.
Pun demikian, sebelum berkeliling, petugas juga berkoordinasi dengan gugus tugas di masing-masing kelurahan. Tujuannya untuk memastikan jika ada warga yang terindikasi Covid-19. “Tapi ada juga yang enak. Baru-baru ini kan bantuan covid cair, jadi ada yang ngira dapat bantuan. Kayak bukti sudah coklit, stiker ditempel di sini saja biar dapat bantuan katanya warga gitu,” terang Zahid sambil tertawa.
Diketahui proses coklit ini sudah berjalan mulai 15 Juli – 13 Agustus 2020. Setidaknya ada 155.044 warga yang dilakukan proses coklit sebelum ditetapkan sebagai DPT pada pilwali 9 Desember mendatang. (arf/hen)

Pasuruan3 mingguLantik Ratusan CPNS, Bupati Pasuruan Harap Pegawai Pegang Teguh Nilai Dasar ASN Berakhlak
Pasuruan3 mingguPeduli Infrastruktur Masyarakat, Pemkab Pasuruan Perbaiki Ruas Jalan Bendungan – Rejosari
Pasuruan4 mingguRakor Digitalisasi ETPD, Wabup Pasuruan Tegaskan Tata Kelola Keuangan yang Bersih
Hukum & Kriminal4 mingguEratkan Kebersamaan Jelang Hari Bhayangkara, Polres Pasuruan Gowes Bareng Ulama dan Umaro
Pasuruan6 hariJaga Stabilitas Harga Pangan, Pemkab Pasuruan Hadirkan Festival Pasar Murah Dua Hari
Pasuruan2 mingguHUT Ke-75 IBI, Ratusan Bidan di Pasuruan Ikuti Seminar Kesehatan dan Launching Mobil Operasional Layanan
Pasuruan2 minggu358 Titik Penerangan Jalan Umum Pasuruan Bakal Gunakan Smart System
Pasuruan2 mingguKabupaten Pasuruan Masuk Nominator Lomba Wana Lestari Kategori Hutan Kemasyarakatan











