Pasuruan
Tanah Gerak Sebabkan Rumah Warga di Sempu Pasuruan Rusak, Pakar Geologi ITS Sarankan Relokasi

Memontum Pasuruan – Pakar Geologi dari Teknik Sipil ITS (Institut Teknologi 10 November), Prof Indrasurya B Mochtar menyarankan agar warga yang terkena dampak dari fenomena tanah gerak di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, segera meminta relokasi. Saran tersebut disampaikan, seusai melakukan assesment di lokasi kejadian fenomena tanah gerak, beberapa hari lalu.
Diuraikannya, bahwa potensi tanah gerak di Dusun Sempu, dimungkinkan akan kembali terjadi pada 5 hingga 10 tahun mendatang. Karenanya, relokasi atau meninggalkan rumah, menjadi keputusan yang sangat tepat untuk menghindarkan diri dari dampak bencana tanah bergerak.
“Daripada ada sesuatu yang terjadi, maka kami sarankan warga untuk segera minta relokasi kepada pemerintah. Kalau bisa, sesegera mungkin,” katanya, Selasa (04/02/2025) tadi.
Dijelaskan Indrasurya, bahwa berdasarkan hasil kajian, pergerakan tanah ini disebabkan oleh air permukaan yang meresap ke dalam tanah. Kemudian, kondisi ini memicu retakan yang berpotensi semakin parah. Sebab, posisi pada 47 rumah di Dusun Sempu tersebut berada di tebing.
Baca juga :
Apabila retakan yang muncul di permukiman warga, jalan raya dan fasilitas publik lainnya semakin lebar, maka effort pemerintah akan sangat keras. Bahkan, bisa menyedot anggaran yang cukup besar.
“Jadi untuk penanggulangan itu mahal sekali dan jaminannya tidak lama. Karena 5 hingga 10 tahun, ada gerak lagi pasti,” singkatnya.
Sebagai langkah pencegahan, Indrasurya menyarankan aliran air hujan harus dibuat lancar agar tidak terjebak pada resapan tanah. “Jangan sampai airnya buntu ngecembeng,” paparnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, peristiwa tanah gerak serta pergeseran tanah dirasakan di RT 01 RW 08 Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, sejak Selasa (28/01/2025) lalu. Kejadian itu, berawal saat terdengar suara retakan, kemudian menyusul sejumlah tembok rumah warga tiba-tiba retak dan sebagian rontok. Sedangkan pada lantai, sebagian keramiknya pecah dan mengelupas. Akibatnya, warga harus mengungsi di SD Negeri 2 Cowek, untuk tinggal sementara hingga menunggu keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan terkait opsi relokasi yang sudah dijanjikan. (kom/pas/sit)

Hukum & Kriminal4 mingguEratkan Kebersamaan Jelang Hari Bhayangkara, Polres Pasuruan Gowes Bareng Ulama dan Umaro
Pasuruan3 mingguLantik Ratusan CPNS, Bupati Pasuruan Harap Pegawai Pegang Teguh Nilai Dasar ASN Berakhlak
Pasuruan3 mingguPeduli Infrastruktur Masyarakat, Pemkab Pasuruan Perbaiki Ruas Jalan Bendungan – Rejosari
Pasuruan4 mingguRakor Digitalisasi ETPD, Wabup Pasuruan Tegaskan Tata Kelola Keuangan yang Bersih
Pasuruan6 hariJaga Stabilitas Harga Pangan, Pemkab Pasuruan Hadirkan Festival Pasar Murah Dua Hari
Pasuruan3 mingguHUT Ke-75 IBI, Ratusan Bidan di Pasuruan Ikuti Seminar Kesehatan dan Launching Mobil Operasional Layanan
Pasuruan2 minggu358 Titik Penerangan Jalan Umum Pasuruan Bakal Gunakan Smart System
Pasuruan2 mingguKabupaten Pasuruan Masuk Nominator Lomba Wana Lestari Kategori Hutan Kemasyarakatan











