Pasuruan
Jelang Idul Fitri Disperindag Pasuruan Razia Makanan Kemasan Kadaluarsa

Memontum Pasuruan – Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) menggelar Razia Barang Kadaluarsa di minimarket hingga pasar tradisional, Sabtu (08/05).
Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Diano Vella Fery, mengatakan ada beberapa lokasi yang menjadi target sasaran razia. Baik di wilayah barat maupun di selatan Kabupaten Pasuruan.
Baca Juga:
- DPRD Pasuruan Paripurna LKPJ Tahun Anggaran 2025
- Tak Ada Fraksi Menolak, DPRD Pasuruan Sahkan Raperda APBD Jadi Perda
- Faisol Riza Bagikan Puluhan Ribu Sembako ke Warga Pasuruan dan Probolinggo yang Tidak Mampu
- DPW PKB: Perusakan APK Terindikasi Adanya Adu Domba
Dalam razia kali ini, setiap petugas memeriksa beberapa makanan berkaleng ataupun berbungkus yang sudah melebihi masa expired atau kadaluarsa. Apabila ditemukan, maka barang tersebut langsung diminta untuk ditarik atau tidak dijual kepada konsumen.
“Yang terpenting adalah tanggal Kadaluarsa dari makanan dan minuman kemasan. Karena tanggal Kadaluarsa adalah batas akhir dari makanan dan minuman kemasan untuk dikonsumsi. Bahkan jika makanan dan minuman kemasan sudah mendekati tanggal Kadaluarsa, sebaiknya tidak dikonsumsi oleh konsumen,” katanya.
Selain tanggal Kadaluarsa, bentuk kemasan juga menjadi perhatian utama. Dalam pelaksanaan Monitoring Makanan dan Minuman Kemasan yang kali ini, selain tanggal kadaluarsa, bentuk kemasan makanan kaleng juga menjadi perhatian tim razia, makanan kaleng tersebut akan ditarik jika dijumpai jika kalengnya penyok.
Seperti misalnya sarden ikan dan juga kornet sapi dalam kemasan kaleng yang bentuk kalengnya penyok. Demikian pula dengan susu kental manis dalam kaleng yang banyak ditemukan dalam kondisi yang penyok. Serta makanan dan minuman lain yang kemasannya rusak dan lepas segel.
Diano menegaskan bahwa pemilik swalayan juga diberi pengarahan agar selalu melakukan pengecekan kondisi barang dagangannya. Agar konsumen mendapatkan kenyamanan dan juga keamanan dalam mengkonsumsi makanan dan minuman dalam kemasan.
“Untuk yang sudah Kadaluarsa, makanan atau minuman kemasan tersebut harus dimusnahkan. Sedangkan untuk kemasan yang rusak, barang tersebut bisa dikembalikan kepada distributor untuk ditukar. Karena kemasan yang rusak bisa saja terjadi saat proses kirim dan loading ke swalayan,” jelas Diano Vella Fery.
Selain tanggal Kadaluarsa dan Kemasan, razia ini juga mengecek kandungan gizi, P-IRT, Cap Halal dari MUI, BPOM. Pemilik Swalayan juga mendapat pengarahan, untuk selalu melakukan pengecekan terhadap makanan dan minuman kemasan yang dijual. Sehingga para konsumen akan mendapatkan keamanan dan kenyamanan dalam mengkonsumsi makanan minuman dalam kemasan.
Sementara itu, saat ditanya seputar hasil razia, Diano mengungkapkan, ada beberapa mie instant dalam kemasan yang tak bermerk dan tidak disertai masa kadaluarsanya. Untuk itu, barang tersebut diminta untuk ditarik dari etalase dan dihimbau untuk tidak dijual kepada masyarakat, karena bisa membahayakan kesehatan.
“Ada salah satu toko di Purwosari yang menjual mie tanpa merk dan tak ada masa kadaluarsanya. Ini bahaya sekali, karena efek jangka panjangnya ke tubuh. Maka dari itu, langsung kami minta untuk ditarik dari peredaran,” ungkap Diano Vella Fery. (hms/pas/ed2)

Pasuruan3 mingguLantik Ratusan CPNS, Bupati Pasuruan Harap Pegawai Pegang Teguh Nilai Dasar ASN Berakhlak
Pasuruan3 mingguPeduli Infrastruktur Masyarakat, Pemkab Pasuruan Perbaiki Ruas Jalan Bendungan – Rejosari
Pasuruan4 mingguRakor Digitalisasi ETPD, Wabup Pasuruan Tegaskan Tata Kelola Keuangan yang Bersih
Hukum & Kriminal4 mingguEratkan Kebersamaan Jelang Hari Bhayangkara, Polres Pasuruan Gowes Bareng Ulama dan Umaro
Pasuruan6 hariJaga Stabilitas Harga Pangan, Pemkab Pasuruan Hadirkan Festival Pasar Murah Dua Hari
Pasuruan2 mingguHUT Ke-75 IBI, Ratusan Bidan di Pasuruan Ikuti Seminar Kesehatan dan Launching Mobil Operasional Layanan
Pasuruan2 minggu358 Titik Penerangan Jalan Umum Pasuruan Bakal Gunakan Smart System
Pasuruan2 mingguKabupaten Pasuruan Masuk Nominator Lomba Wana Lestari Kategori Hutan Kemasyarakatan











