Pemerintahan
Berkah Corona, 52 Warga Binaan Rutan Bangil Dapat Asimilasi

Memontum Pasuruan – 52 warga binaan Rutan Kelas II-B Bangil tersenyum lega dan bersujud syukur. Ini lantaran ke 52 warga binaan tersebut mendapatkan pembebasan bersyarat lebih cepat dari pihak Rutan Bangil.
Menurut Karutan Bangil Tristiantoro Adi Wibowo pada sejumlah awak media, pada Kamis (2/4/2020), “Pembebasan bersyarat pada 52 warga binaan tersebut sesuai dengan Permenkumham nomor: M.HH-19.PK.04.04.04/2020.”
“Keputusan itu terkait Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi rumah ( tinggal di rumah) dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19. Dalam SK Permenkumham tersebut, setidaknya terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh warga binaan yang memdapatkan pembebasan. Di antaranya yakni telah menjalani setengah dari masa pidana yang dijalani dan berkelakuan baik saat menjalani pembinaan,” terang Tri Adi sapaan akrab Karutan Bangil.
Lebih lan jut dijelaskan, ke 52 warga binaan yang mendapatkan pembebasan bersyarat tersebut, tidak serta merta di perbolehkan pulang dalam satu hari. Kami (Rutan Bangil) melakukan pembebasan secara bergilir dimulai pada Rabu (1/4/2020) kemarin hingga 7 April mendatang. Pada Rabu (1/4/2020) kemarin ada 12 warga binaan yang telah kami bebaskan. Untuk hari ini (Kamis, 2/4/2020) sebanyak 22 orang dan kemudian berlanjut pada warga binaan lainnya. Pembebasan bersyarat yang diberikan oleh Kemenkumham tersebut tidak berlaku bagi narapidana dan napi anak atau yang tersangkut dalam kasus terorisme, narkoba, korupsi, kejahatan berat HAM serta kejahatan internasional yang teroganisasi dan melibatkan WNA.
Adapun program asimilasi atau pembebasan bersyarat tersebut memiliki aturan yang tidak boleh dilanggar si penerimanya. Diantaranya yaitu selama menjalani asimilasi tidak boleh bepergian keluar kota, wajib lapor seminggu sekali pada Bapas (Badan Pemasyarakatan) bisa melalui vidio call atau pesan WA (sistem online) dan mengikuti anjuran pemerintah tetap tinggal di rumah dalam pencegahan virus corona.
“Jika aturan tersebut dilanggar dan atau kembali melanggar hukum, maka yang bersangkutan langsung kami masukan lagi dalam sel Rutan Bangil. Untuk itu peran serta masyarakat setempat juga kami harapkan guna mengawasi keberadaan warga binaan yang mendapatkan pembebasan bersyarat atau asimilasi,” pungkas mantan Karutan Pasuruan kota ini.
Dari pantuan Memontum.com, 22 warga binaan yang hendak dikeluar dari Rutan Bangil oleh petugas. Sesampai dipintu depan atau pos penjagaan, ke 22 warga binaan langsung secara serempak sujud syukur dan bahkan ada yang menangis.(hen/yan)

Hukum & Kriminal4 mingguEratkan Kebersamaan Jelang Hari Bhayangkara, Polres Pasuruan Gowes Bareng Ulama dan Umaro
Pasuruan3 mingguLantik Ratusan CPNS, Bupati Pasuruan Harap Pegawai Pegang Teguh Nilai Dasar ASN Berakhlak
Pasuruan3 mingguPeduli Infrastruktur Masyarakat, Pemkab Pasuruan Perbaiki Ruas Jalan Bendungan – Rejosari
Pasuruan4 mingguRakor Digitalisasi ETPD, Wabup Pasuruan Tegaskan Tata Kelola Keuangan yang Bersih
Pasuruan6 hariJaga Stabilitas Harga Pangan, Pemkab Pasuruan Hadirkan Festival Pasar Murah Dua Hari
Pasuruan3 mingguHUT Ke-75 IBI, Ratusan Bidan di Pasuruan Ikuti Seminar Kesehatan dan Launching Mobil Operasional Layanan
Pasuruan2 minggu358 Titik Penerangan Jalan Umum Pasuruan Bakal Gunakan Smart System
Pasuruan2 mingguKabupaten Pasuruan Masuk Nominator Lomba Wana Lestari Kategori Hutan Kemasyarakatan











