Pemerintahan

10 Pasien Corona di Kabupaten Pasuruan Kembali Dinyatakan Sembuh

Diterbitkan

-

10 Pasien Corona di Kabupaten Pasuruan Kembali Dinyatakan Sembuh

Memontum Pasuruan – Jumlah warga Kabupaten Pasuruan yang sembuh dari Covid-19 terus bertambah. Hal itu sebagaimana diungkapkan Bupati Pasuruan sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Irsyad Yusuf yang mengatakan bahwa pada hari ini ada 10 pasien positif Covid-19 yang sembuh dan dinyatakan bebas dari Corona.

Dari jumlah tersebut, 6 orang merupakan pasien yang dirawat di Rumah Isolasi SKB (sehat, kuat, Bahagia) Pandaan, dan 4 orang lainnya di RSUD Bangil.

“Setelah kemarin ada 16 orang yang sembuh dari Covid-19, hari ini saya sampaikan bahwa 10 lagi warga Kabupaten Pasuruan yang dinyatakan bebas Covid-19 dan diperbolehkan pulang,” kata Irsyad, dalam keterangan persnya kepada Memontum.com, Kamis (04/06/2020) siang.

Untuk 6 pasien sembuh yang berasal dari Rumah Isolasi, terdiri dari 2 warga Puspo, 2 warga Pandaan, 1 warga Gempol dan 1 warga Kecamatan Prigen.

Dua warga puspo adalah pasien positif Covid-19 dengan nomor kasus 46 dan 47. Dua-duanya seorang perempuan berusia 45 tahun dan 50 tahun, dan merupakan kontak erat dari pasien terkonfirmasi Covid-19 dari Puspo (cluster petugas haji).

Advertisement

Sedangkan 2 warga Pandaan merupakan pasien positif Covid-19 bernomor kasus 21 dan 51. Dua-duanya perempuan, di mana satu orang berusia 32 tahun yang sebelumnya adalah PDP (Pasien dalam pengawasan) Covid-19 di RSUD Bangil dengan diagnose pneumonia dan pernah bepergian ke daerah Pandemi.

Sementara untuk satu perempuan lainnya berusia 42 tahun juga berasal dari pasien PDP RSUD Bangil dengan keluhan nyeri, mual dan badan lemas dan diagnose dyspepsia (lupa/pikun/hilang ingatan).

Lain halnya dengan 1 warga Gempol yang hari ini sembuh dari Covid-19. Ia adalah pasien laki-laki (39) dengan nomor kasus 28 dan dan merupakan kontak erat dari pasien terkonfirmasi Positif Covid-19 cluster kuwung.

Untuk 1 warga Prigen adalah perempuan (43) dengan kasus nomor 41. Ia merupakan kontak erat dari pasien terkonfirmasi Positif Covid-19 dari cluster perusahaan di Purwosari.

Di sisi lain, 4 pasien sembuh yang berasal dari Ruang Isolasi RSUD Bangil terdiri dari 1 orang perempuan (63) dari Kecamatan Kraton dengan nomor kasus 64. Sebelumnya ia adalah PDP Covid-19 dengan diagnosa TBC dan pneumonia.

Advertisement

Kemudian 1 orang laki-laki (50) dari Nguling dengan nomor kasus 50 yang sebelumnya juga PDP RSUD Bangil dengan diagnosa Tb Paru dan skizofrenia (penurunan kesadaran). Selanjutnya adalah 1 orang perempuan (25) dari Bangil dengan nomor kasus 53 tanpa gejala alias OTG (orang tanpa gejala), serta 1 tenaga kesehatan (nakes) berusia 28 tahun dari Bangil yang sempat batuk dan dirapid reaktif.

Terhadap kesepuluh warga Kabupaten Pasuruan dari Covid-19, Irsyad berharap agar terus bisa menjaga kedisplinan dalam urusan kesehatan dan kebersihan. Hal ini penting dilakukan, lantaran kunci utama untuk melawan Covid-19 adalah komitmen tinggi untuk disiplin dalam menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), serta senantiasa displin dalam melaksanakan anjuran pemerintah.

“Disiplin untuk memakai masker kalau keluar rumah. Rajin cuci tangan dengan sabun. Terus jaga jarak aman. Menghindari kerumunan, dan kalau badan terasa kurang fit, harus tetap di rumah dan menjaga imun tubuh agar terhindar dari Covid-19,” harapnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan ini juga mengajak seluruh warga yang sembuh dari Covid-19, untuk menjadi motor (penggerak) dalam mensosialisasikan pentingnya melaksanakan anjuran pemerintah dalam memotong penyebaran Virus Corona, di lingkungannya masing-masing.

“Saat ini, bukan hanya dokter dan tenaga kesehatan saja yang menjadi pahlawan. Tapi juga warga yang sembuh dari Covid-19 juga harus menjadi pahlawan untuk mengedukasi warga lainnya tentang Virus Corona. Perang ini belum selesai, dan akan selesai kalau sama-sama kita lawan dengan kebersamaan, kedisiplinan dan kesabaran,” tegasnya.

Advertisement

Lebih lanjut Irsyad juga menegaskan bahwa keberhasilan masyarakat dalam memerangi Covid-19 dimulai dari keberhasilan keluarga sebagai sekolah dan madrasah pencegahan Covid-19 yang paling utama. Terlebih saat ini, seluruh desa/kelurahan se-Kabupaten Pasuruan harus bisa menciptakan Kampung Tangguh Kebal (Keluarga berdaya lawan) Covid-19.

“Kalau seluruh keluarga tangguh dan kebal, maka sudah pasti desa atau kelurahannya juga tangguh dan kebal. Maka dari itu, kami menamakan Kampung Tangguh Kebal Covid-19. Memulai disiplin dari keluarga, mensosialisikan pentingnya pencegahan Covid-19 dari keluarga, kemudian ke saudara, tetangga dan lingkungan sekitar,” terangnya.

Dengan bertambahnya 10 orang yang sembuh, maka total ada 39 warga Kabupaten Pasuruan yang dinyatakan sehat dan bebas dari Covid-19. Terdiri dari 9 warga Beji, 1 warga Pasrepan, 2 warga Gempol, 2 warga Gondangwetan, 1 warga Nguling, 4 warga Pandaan, 4warga Bangil, 1 warga Lumbang, 1 warga Purwodadi, 4 warga Puspo, 1 warga Prigen, 3 warga Kraton dan 6 warga Rembang.(mil/hen/oso)

 

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas