Hukum & Kriminal
Karyawan BMT Sidogiri Lumajang Meninggal Tak Wajar, Ini Penuturan Keluarga dan Sahabatnya

Memontum Lumajang – Kasus meninggalnya Khoirul Arifin karyawan BMT Sidogiri Candipuro Lumajang Jawa Timur yang malah menjadi terlapor memantik sejumlah tanya. Pasalnya ia meninggal dunia setelah terjadi ‘keributan’ di tempat kerja yang mengakibatkan dia harus dilarikan ke Puskesmas setempat hingga akhirnya menghembuskan nafas yang terakhir.
Suani, Ibu dari Khoirul Arifin (Terlapor) pada memontum.com Rabu (14/5/2020) di Kediamannya mengatakan, jika anaknya meninggal dengan cara tidak wajar. Ketika dia datang ke Puskesmas di detik-detik terakhir saat itu. Anaknya telah terbaring lunglai dengan mengeluarkan darah dari hidungnya dan di belakang bagian bawah kepala serta ada benjolan yang cukup besar di bagian kepala depan atas.

“Ada benjolan di kepala depan atas, bagian belakang kepala dan hidungnya mengeluarkan darah,” ucapnya terbata-bata sambil menitikkan air mata.
Menurut penuturannya, saat itu ia juga sempat bicara dan bertanya pada Deny Mahmud yang juga terbaring di sebelah anaknya namun diam saja. “Saya juga berbicara, bertanya sama Deny waktu itu, kan saya juga kenal dia pak, tapi Deny diam saja. Waktu saya menoleh ke anak saya dia sudah tidak ada (MD). Saya langsung memeluk dan menciuminya,” tuturnya.
Hal senada juga di ungkapkan saudara kandung dari khoirul, kata dia ada benjolan yang cukup besar di kepala depan bagian atas. “Ada benjolan di kepala depan bagian atas,” ungkap Saudara Perempuannya itu.
BACA : Misteri Kematian Karyawan BMT Sidogiri Candipuro Lumajang, Kok Bisa Jadi Terlapor..?
Sementara itu Mustakim yang biasa dipanggil dengan sebutan Nuri. Sahabat dekat almarhum khoirul menceritakan, saat ikut memandikan janazah waktu itu, dari mulut dan hidung masih mengeluarkan darah segar. “Waktu saya ikut memandikan mayat, dari mulut dan hidung mengeluarkan darah, ada benjolan di kepala dan memar di pundak,” ujarnya.
Perlu diketahui Khoirul Arifin pegawai BMT Sidogiri Candipuro Lumajang meninggal dunia di Puskesmas Candipuro Lumajang pasca diduga berkelahi dengan Deny Mahmud Warga Dusun Wonosari Rt.002 Rw.003 Desa Penanggal Candipuro pada hari sabtu 18 April 2020 sekitar pukul 10.00. Khoirul Arifin merupakan Waga Dusun Gumukmas Rt.005 Rw.002 Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang. (adi/yan)

Hukum & Kriminal4 mingguEratkan Kebersamaan Jelang Hari Bhayangkara, Polres Pasuruan Gowes Bareng Ulama dan Umaro
Pasuruan3 mingguLantik Ratusan CPNS, Bupati Pasuruan Harap Pegawai Pegang Teguh Nilai Dasar ASN Berakhlak
Pasuruan3 mingguPeduli Infrastruktur Masyarakat, Pemkab Pasuruan Perbaiki Ruas Jalan Bendungan – Rejosari
Pasuruan4 mingguRakor Digitalisasi ETPD, Wabup Pasuruan Tegaskan Tata Kelola Keuangan yang Bersih
Pasuruan6 hariJaga Stabilitas Harga Pangan, Pemkab Pasuruan Hadirkan Festival Pasar Murah Dua Hari
Pasuruan3 mingguHUT Ke-75 IBI, Ratusan Bidan di Pasuruan Ikuti Seminar Kesehatan dan Launching Mobil Operasional Layanan
Pasuruan2 minggu358 Titik Penerangan Jalan Umum Pasuruan Bakal Gunakan Smart System
Pasuruan2 mingguKabupaten Pasuruan Masuk Nominator Lomba Wana Lestari Kategori Hutan Kemasyarakatan











