Connect with us

Hukum & Kriminal

6,5 jam Ditunggu, Yunus Bin Soleh Tak Hadir, Lecehkan Banser Anshor

Diterbitkan

||

Yunus Bin Soleh. (ist)
Yunus Bin Soleh. (ist)

Memontum Pasuruan – Akibat tak bijak menggunakan media sosial fesbuk (FB), akhirnya Yunus Bin Soleh warga Lingkungan Gajah, Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan harus berhadapan dengan hukum serta ancaman hukuman penjara lebih dari 5 tahun penjara.

Awal perkara hukum yang diduga kuat dilakukan oleh Yunus Bin Soleh, lantaran postingan yang dianggap melecehkan seorang kiai dari Nadhatul Ulama (NU) yakni KH Achmad Muwafiq. Dimana pada Selasa malam(3/12) sekitar pukul 23:58 memposting di akun facebooknya, dengan gambar KH Achmad Muwafiq yang wajahnya diganti dengan “Babi”.

Mendapati hal tersebut, puluhan anggota Banser dan Anshor Bangil mendatangi Mapolres Pasuruan, Kamis (5/11/2019) siang.

“Kami terpaksa mengadu ke Polres Pasuruan, karena tidak ada titik temu,” tegas Ketua GP Anshor Cabang Bangil H Saad Muafi.

Dijelaskan H Saad, sebelumnya pada Rabu (4/12/2019) malam, pihaknya telah mencoba meminta klarifikasi pada Yunus pemilik akun facebook Yunus Bin Soleh, namun tidak ada titik temu hingga larut malam.

Akhirnya malam itu ada kesanggupan dari pihak Habib Musa (mediator dari pihak Yunus) untuk menghadirkan Yunus di Mapolres Pasuruan Kamis (5/12/2019) pagi.

Masih menurut Gus Magrib sapaan akrab H Saad Muafi, pada saat di Mapolres Pasuruan pihaknya menunggu hingga 6,5 jam, mulai pukul 10.00 hingga 16.30.

Entah kemana, yang bersangkutan (Yunus) tidak hadir pun demikian juga Habib Musa. Adapun yang hadir adalah Habib Nizar, Habib Munir dan Habib Agil yang hadir, padahal ketiganya tidak mengetahui akar permasalahan dan esensinya atas permasalahan yang ada.

“Atas hal ini kami sepakat melakukan melaporkan pemilik akun facebook Yunus Bin Soleh pada esok hari (Jumat, 6/12/2019),” beber pria yang juga menjabat sebagai anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan asal PKB.

BACA : Nekad Edit Wajah Gus Muwafiq, Arek Pogar Diluruk Banser-Anshor

Hal senada juga disampaikan oleh Hariono Komandan Satkorcab Banser Bangil bHwa pihaknya merasa dilecehkan.

“Di hadapan Kapolsek Bangil Kompol Eko Hari Subagyo saat berada di rumah Gus Anjal, pihak mediator dari kubu Yunus menjanjikan akan menghadirkan Yunus di Mapolres Pasuruan untuk klarifikasi dan permintaan maaf. Akan tetapi hingga 6,5 jam ditunggu tidak hadir yang bersangkutan. Padahal Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan harus pulang lebih awal dari kegiatannya bersama pejabat utama Polda Jatim di gunung bromo, ” terang Hariono.

“Ini jelas telah mempermainkan kami, atas petunjuk dan arahan para sesepuh kami putuskan untuk membawa permasalahan ini pada aturan hukum yang berlaku. Intinya sudah tidak ada kata maaf buat Yunus yang tidak kooperatif menyelesaikan permasalahan ini secara musyawarah-mufakat,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Oro-oro Rombo Kulon, Kecamatan Rembang.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Memontum.com, Kamis (5/12/2019) malam, jajaran Satkorcab Banser dan GP Anshor Bangil membuat kronologi kejadian, data pendukung serta surat pelaporan. (hen/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum & Kriminal

JPU Ajukan Banding Dan Segera Jerat Aktor Intelektual Korupsi Dispora

Diterbitkan

||

JPU Ajukan Banding Dan Segera Jerat Aktor Intelektual Korupsi Dispora

Memontum Pasuruan – Pasca putusan atas Lilik Wijayanti terdakwa korupsi Rp 918 juta pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan tahun anggaran 2017. Pihak JPU dan terdakwa melalui penasehat hukumya,sepakat menyatakan pikir-pikir atas vonis yang dibacakan majeliis hakim.

“Atas vonis tersebut, atas petunjuk dan arahan pimpinan, kami menyatakan banding,” tegas Denny Saputra Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan, Selasa (25/2/2020) siang.

“Seperti diketahui bersama bahwa kami pada memori tuntutan di persidangan lalu memohon kepada majelis hakim untuk menyatakan terdakwa bersalah, dipadana penjara selama 7 tahun, denda Rp 250 juta subsider 6 bulan kurungan dan membayar uang pengganti sebesar Rp 69juta subsider 3 tahun 3bulan kurungan, ” urai Denny.

“Namun putusan yang dijatuhkan majelis hakim 3 tahun penjara, denda Rp 100juta subsider 3 bulan kurungan dan membayar uang pengganti Rp 69 juta subsider 3 tahun. Pimpinan kami menilai vonis tersebut masih jauh dari rasa keadilan dan kurang dari separoh dari tuntutan,” ungkap Kasi Pidsus.

Ditambahkan Denny, Senin (17/2/2020) lalu, secara resmi kami telah mengajukan akte permohonan banding pada Pengadipan Tindak Pidana Korupsi.

“Sementara untuk siapa aktor intelektual dalam rangkaian korupsi berjamaah di Dispora, akan segera kami tindaklanjuti sembari mengumpulkan alat bukti tambahan yang diperlukan agar “aktor intelektual” tidak bisa berkelit dengan dalil-dalih hukumnya,”imbuh pejabat utama Kejari Kabupaten Pasuruan penghobby reptil ini.

Sementara itu penasehat terdakwa Elisa, SH saat dikonfirmasi atas upaya hukum lanjutan dari JPU menjelaskan keterangan lain.

“Setali tiga uang, kami juga telah menyatakan banding dan mengajukan akta banding pada Pengadilan Tipikor, sehari setelah JPU mengajukan atau tepatnya Selasa (18/2/2020) ,” ucapnya.

Sesuai dengan fakta selama proses persidanan, klien hanya sebatas menjalankan perintah pimpinananya dengan memotong setiap kegiatan sebesar 10%. Sementara uang Rp 69 juta, merupakan milik pribadi kliennya. Dimana sebelum dana alokasi turun, klien menggunakan uang pribadi untuk meminjami uang muka rekanan yakni Denma Wahyu Purnomo.

Satu lagi yang membuat pihak Elisa tidak sepakat yaitu, sesuai salinan amar putusan dari majelis hakim menyebutjan bahwa pertimbangan pemotongan 10% anggaran kegiatan, telah melalui rapat yang dipimpin secara langsung oleh Kadispora yakni Abdul Munif serta tidak dapat dipertanggungjawabkanya keuangan pada Dispora oleh Nanang selaku bendahara.

“Untuk itu kami meminta agar pihak penyidik Pidsus Kejari Kabupaten Pasuruan segera bertindak mengungkap aktor intelektual korupsi Dispora Kab.Pasuruan. Jangan hanya klien kami yang notabenenya hanya melaksanakan perintah atasannya dan mempertanggungjawabkan sendiri,” imbuh Wiwik yang juga penasehat hukum terdakwa. (hen/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Pengoplos LPG Subsidi Pasuruan Masuk Bui, Berdalih Butuh Bayar Angsuran Kredit Mobil

Diterbitkan

||

Pengoplos LPG Subsidi Pasuruan Masuk Bui, Berdalih Butuh Bayar Angsuran Kredit Mobil

Memontum Pasuruan – Berdalih untuk membayar angsuran mobil miliknya, 2 sahabat asal Kecamatan Rembang dan Sukorejo terpaksa bermalam di hotel prodeo Mapolres Pasuruan. Kedua sahabat ini diciduk petugas buru sergap Satreskrim Polres Pasuruan lantaran nekat mengoplos LPG 3 Kg (LPG melon bersubsidi).

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan, Jumat (21/2/2020) pagi memimpin gelar rilis pers. Ditunjukkan pula sejumlah barang bukti.

Kedua pelaku pengoplos LPG bersubsidi yakni M Rusdi (34) asal Dusun Nganglang, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Rembang dan Moch Ahlal Firdaus(20) warga Dusun Genengan, Desa Glagahsari, Kecamatan Sukorejo.

Modus operandi yang dijalankan kedua pelaku ini yakni membeli sejumlah LPG 3Kg di sejumlah agen yang ada disekitaran Kecamatan Sukorejo, Purwosari dan Rembang. Setelah mendapatkan LPG 3 Kg bersubsidi tersebut, keduanya mengoplosnya ke dalam tabung LPG non subsidi ukuran 12-50Kg.

Proses pengoplosan dari tabung LPG bersubsidi (3Kg) ke dalam tabung LPG non subsidi (12-50Kg) tersebut dilakukan di pekarangan rumah tersangka M Rusdi yang berada di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Rembang. Selanjutnya tabung LPG ukuran 12-50Kg dijual ke pasaran dengan harga non subsidi.

Dari lokasi pengoplosan LPG tersebut, selain mengamankan kedua pelaku. Petugas juga menyita barang bukti kejahatan dari keduanya diantaranya ratusan tabung LPG ukuran 3 Kg

Dalam satu hari keduanya bisa menghabiskan ratusan tabung LPG 3 Kg untuk mengisi kedalam puluhan LPG 12 Kg dan belasan LPG 50Kg. LPG 12 Kg yang sudah terisi dijual ke konsumen seharga Rp.120ribu/tabung dan Rp.560ribu untuk harga tabung ukuran 50Kg. Rata-rata pembeli LPG oplosan kedua tersangka yakni para pemilik warung atau restoran yang berada di sekitaran Rembang dan Bangil. Bisnis pengoplosan LPG ini telah dijalankan selama 10 bulan lalu.

Lebih lanjut dijelaskan Kapolres Pasuruan, selain mengamankan kedua pelaku. Petugas juga menyita alat bukti dari bisnis haram keduanya yakni 850 buah segel tabung ukuran 12 Kg, 30 segel timah tabung ukuran 50Kg, 1 mobil pick-up, 122 buah LPG 3Kg yang masih ada isinya, 6 set pen besi, 1 buah tang, 1 set pen besi untuk tabung ukuran 50 Kg, 1 sak segel plastik ukuran 3 kg, 1 sak segel plastik ukuran LPG 3Kg yang masih kosong, 29 tabung LPG 12 Kg siap jual, 12 tabung LPG 12 Kg kosong dan 1 tabung LPG ukuran 50Kg kosong.

“Atas perilaku keduanya yang merugikan masyarakat miskin, kami menjeratnya dengan pasal 55 atau pasal 53 Jo pasal 23 UURI No.22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun dan denda Rp 50juta,” pungkas AKBP Rofiq Kapolres Pasuruan.

Dari pengakuan M Rusdi, motiv pengoplosan itu, ia bersama M Ahlal Firdaus nekat mengoplos LPG lantaran butuh biaya pembayaran cicilan mobil.

“Untuk bayar cicilan mobil dan kebutuhan rumah tangga, karena saya tak punya pekerjaan tetap setelah di PHK dari pabrik,” aku M Rusdi sembari tertunduk. (hen/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Hukum & Kriminal

Terguling, Dumptruk Diseruduk Dumptruk, Sopir Tewas

Diterbitkan

||

Terguling, Dumptruk Diseruduk Dumptruk, Sopir Tewas

Memontum Pasuruan – Laka lantas antara kendaraan pengangkut barang (truk) dan mengakibatkan seseorang meninggal dunia di tempat, kembali terjadi di ruas jalur tengkorak Jalan raya Banyuwangi-Surabaya masuk wilayah Desa Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (20/2/2020) siang.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Achmad Rahmatulloh melalui Kanit Laka Lantas Iptu Marti, musibah terjadi sekitar pukul 10.00.

“Laka tersebut melibatkan dua kendaraan yakni Isuzu dump truk (kecil) N 8402 UT kontra dump truk Hino(besar) S 9751 UU,” tegasnya.

Diterangkan Iptu Marti, dumptruk kecil N 8402 UT yang dikendarai oleh Munadi (42) asal Dusun Asemjajar, Desa Randugong, Kecamatan Kejayan berjalan dari arah barat(Surabaya) menuju timur (pasuruan) dengan kecepatan sedang. Sesampai di TKP truk tersebut oleng ke kanan dan terguling ke arah lajur berlawan.

Bersamaan tergulingnya damptruk kecil tersebut, melaju dari arah berlawanan dumptruk Hino S 9751 UU yang dikendarai M Ropik(51) warga Desa Plaosan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo dan langsung menabrak kabin dumptruk yang terguling tadi.

Dari kejadian tersebut, 1 orang meninggal dunia di tempat yakni Munadi sopir dumptruk kecil. Korban mengalami kepala pecah, kaki dan tangannya patah. Sedangkan sopir dumptruk besar (hino) mengalami luka ringan pada kaki kiri dan tangan kiri.Korban tewas maupun luka ringan langsung dievakuasi ke RSUD Raci-Bangil.

Sementara itu dari hasil olah TKP, diketahui bahwa penyebab kecelakaan ini adalah pengendara dumptruk kecil yang diduga kurang hati-hati dan konsentrasi.

Dari pantuan Memontum.com, akibat laka lantas tersebut jalan raya arah Banyuwangi-Surabaya maupun sebaliknya mengalami kemacetan hampir sepanjang 3 Km. Selang beberapa waktu kemudian, arus lalu lintas kembali normal setelah petugas mengevakuasi bangkai truk yang terlibat kecelakaan. (hen/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler