Connect with us

Berita

Warga “Terserah” Bebal Padati Pertokoan, Relawan Corona Pasuruan Demo Tunggal

Diterbitkan

||

Memontum Pasuruan – Kian hari penderita positif covid-19 di seluruh Indonesia, semakin bertambah. Penambahan pasien positif covid-19, telah mencapai ribuan orang. Namun hal tersebut tidak menjadikan warga masyarakat mengikuti anjuran pemerintah, salahsatu yakni physical distancing.

Hal ini terbukti dengan banyaknya warga memadati pusat perbelanjaan dan bandara udara pada beberapa hari belakangan.Tak terkecuali di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Mendapati hal tersebut dan mengapresiasi perjuangan tim medis, salah satu relawan covid-19 sebut saja Henry. Pada Kamis (21/5/2020) sore, menggelar demo tunggal di depan pusat perbelanjaan Borobudur Mall dan Alun-Alun Bangil.

Dengan menggunakan APD lengkap (pakaian hazmat) dan alat semprot, Henry berjalan kaki serta membentangkan poster sembari berorasi di pusat jalan raya kota Bangil.

“Ayo silakan anda semua keluar rumah, jangan pedulikan corona. Biar kami di dalam dan anda semua di luar. Kami paramedis telah capek dan tiada guna perjuangan kami (paramedis) hingga mengorbankan nyawa,” teriaknya.

Bentangan poster yang bertuliskan “Indonesia Terserah dan Jangan Sampai Indonesia Seperti Equador” tak luput dibentangkan.

Menurut Cak Londo, saat dikonfirmasi sejumlah awak media sore itu (Kamis,21/5/2020) mengatakan, bahwa demo itu merupakan bentuk kekecewaan sebagai anak bangsa yang cinta NKRI.

Pemerintah telah mengajurkan agar tetap menjaga jarak (physical distancing) dan stay from home, agar terputus mata rantai virus corona. Bahkan seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) mulai pusat hingga daerah, DPR,TNi-Polri serta Pemerintahan Desa merefocusing anggaran untuk penanganan dampak pandemi corona.

Salah satunya yakni memberikan bantuan pangan dan bantuan langsung tunai (BLT) serta pengratisan biaya pengobatan bagi pasien corona.

Akan tetapi upaya tersebut seakan tidak ada gunanya bagi sebagian rakyat. Pusat perbelanjaan dijubeli pembeli pakaian dan bandara di padati pemudik.

Satu lagi yang sangat miris yakni adanya informasi yang berkembang, warga yang mendapatkan BLT sebesar Rp 600ribu bukannya untuk membeli bahan pangan namun untuk membeli kue lebaran dan baju lebaran. Pun demikian pula yang mendapatkan paket sembako, sembakonya dijual untuk lebaran.

“Untuk itu kami meminta pada seluruh masyarakat agar kembali mematuhi anjuran pemerintah selama masa pendemi corona. Tidak akan pemerintah membunuh rakyatnya dan itu tidak mungkin,”pungkas sapaan akrab Henry Sulfianto.

Dari pantuan Memontum.com, selama pelaksanaan aksi banyak masyarakat yang melihat dan memberi aplaus atas aksi tunggal ini. (arf/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler